Mendikbud: Akses dan Kualitas Merupakan Hal Mendasar dalam Layanan Pendidikan

Posting : Administrator Dibaca : 598 pembaca

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, menyampaikan dua hal yang mendasar  terkait layanan pendidikan, pada pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, di kantor Kemdikbud, Minggu (17/08/2014). Dua hal tersebut adalah akses dan kualitas pendidikan.

Pertama, Terkait akses. Untuk mendapatkan layanan pendidikan dipengaruhi oleh ketersediaan dan keterjangkauan. Beberapa kebijakan tersebut di antaranya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Menengah Universal (PMU) atau wajib belajar 12, Bantuan Siswa Miskin (BSM), Bidikmisi.

Selanjutnya, kata Mendikbud, terdapat juga pengiriman guru untuk daerah terpencil, terdepan, dan tertinggal melalui program SM3T, Bantuan Operasional untuk Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), pendirian perguruan tinggi negeri baru dan sekolah berasrama. “Ini semua merupakan upaya untuk meningkatkan akses secara inklusif dan berkeadilan,” ujar Mendikbud.

Mendikbud memberikan contoh untuk menerangkan bahwa berbagai kebijakan tesebut membuat akses untuk mendapatkan layanan pendidikan meningkat drasti . Contohnya Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk sekolah menengah pada tahun 2004 hanya mencapai 49 persen, dalam kurun waktu 10 tahun naik menjadi 82 persen pada tahun 2013. Demikian juga untuk Perguruan Tinggi pada tahun 2004 hanya mencapai 14,6 persen, naik menjadi 29,9 persen pada tahun 2013.

Hal kedua, Mendikbud menyampaikan kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan dipengaruhi oleh kualitas guru, kurikulum, serta sarana dan prasarana. Pengembangan kapasitas dan profesionalitas guru melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan mutlak diperlukan. Dengan kapasitas dan profesionalitas itulah, tutur Mendikbud, diharapkan kinerja dunia pendidikan semakin baik.

 “Berdasarkan peningkatan kinerja itu, kita tingkatkan kesejahteraan dan perlindungan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan,” kata Mendikbud.

 Pengembangan kapasitas dan profesionalitas guru melalui pendidikan dan pelatihan pada penerapan Kurikulum 2013 telah dilatih sekitar 1,3 juta guru. Penerapan Kurikulum 2013 ini di maksudkan untuk membekali para peserta didik agar memiliki kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh. Para peserta didik diharapkan mapu berpikir orde tinggi, kreatif dan inovatif, berkarakter mulia, cinta dan bangga menjadi warga Indonesia.

Penerapan Kurikulum 2013 perlu juga disiapkan sarana dan prasarana yang memembuhi standar layanan minimal. Selama periode tahun 2010 – 2014, telah dilakukan rehabilitasi 246.688 ruang kelas tidak layak, dibangun 44.552 ruang kelas baru dan 3.189 unit sekolah baru. “Itu semua kita lakukan kita lakukan sebagai upaya agar anak-anak kita mampu menjawab berbagai persoalan dan tantangan sesuai dengan zamannya, sekaligus menyiapkan generasi emas, dan menyongsong kejayaan Indonesia tahun 2045,” Pungkas Mendikbud. Sumber : http://www.kemdiknas.go.id

6 Komentar

http://goo.gl/xpWs6d


http://goo.gl/xpWs6d

Obat Untuk Jantung Lemah


Obat Untuk Jantung Lemah http://goo.gl/Przzeg

Obat Miom Herbal


DON'T FUCKIN' LOOK BACK http://obatmiomdirahimalami.wordpress.com/

Obat Penyakit Mata Keratitis


Barang sampai baru transfer pembayaran http://goo.gl/W025CD

obat herbal usus buntu


salam kunjungan kami https://goo.gl/288aa8 http://bit.ly/1W1uf6y http://bit.ly/1IrxLNs https://goo.gl/hW09d7

lupus


bahagia itu disaat semua yang diinginkan ada :) https://mysp.ac/3ampN


First Prev 1 Next Last

Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh